Kutetapkan hati kami memilih Yamaha

7 September 2010

Aku sempat iri dan hatiku tergoda untuk meminta, ketika mendengar sebuah kalimat percakapan antara Mbah Uti dan Ibuku setelah ba’da Ashar di depan teras rumah. Kebetulan saat ini—seperti tahun-tahun sebelumnya yang telah menjadi agenda rutin. Aku, Bapak dan Ibuku, serta Adikku merayakan hari raya Idul Fitri bersama dengan keluarga besar Ibu yang lainnya di rumah Mbah Uti—di Salatiga.

Cah cilik neng kene Las… wes duwe montor kabeh (Anak-anak kecil disini Las (Las: panggilan nama depan Ibuku)… sudah mempunyai motor sendiri).” Cerita Mbah Uti ke Ibuku yang nampak sedikit terkejut melihat anak kecil yang nyatanya jauh dibawah usiaku, kira-kira bersekolah Menengah Atas, sudah berseliweran di jalan-jalan desa dan nampak mahir sekali mengendarai motor. Tak hanya satu, kira-kira ada puluhan anak SMA di desa ini kulihat sudah mengendarai motor, lengkap dengan seragam sekolah dan juga tas yang masih mereka kenakan. Kuduga, pasti mereka bersekolah dengan mengendarai motor. “Aiih… pastilah itu amat menyenangkan sekali.” Pikirku.

Beruntung sekali mereka dibelikan motor oleh orang tuanya.” Ucap batinku.

Ah… tidak. Tidak-tidak-tidak.Cepat kutepis semua keraguan yang sempat ada di dalam pikiranku mengenai kedua orang tuaku, membayangkan kedua orang tua mereka yang begitu sayangnya kepada anaknya, hingga dibelikan motor yang harganya diatas 10 juta !. Mimpi apa anak-anak itu ?.

Dan satu hal lagi, mereka pun begitu dipercaya sepenuhnya oleh kedua orang tuanya untuk merawat dan menggunakan motor itu. Jadi tidak hanya digunakan saat pergi-pulang dari bersekolah. Berpergian ke rumah teman pun, mereka bisa bebas menggunakan motornya itu. Misalnya saja, tetangga Mbah Uti yang mempunyai anak bernama Fiki yang statusnya sebagai pelajar Menengah Atas—yang rumahnya di pertigaan sana—dekat warung mie ayam bakso. Menurut cerita Mbah Uti kepada Ibuku. Fiki mempunyai sebuah motor bebek Yamaha yang dibelikan oleh kedua orang tuanya beberapa bulan yang lalu. Dan tiap pergi-pulang dari bersekolah, dan juga bermain, Fiki pun bebas menggunakan motor Yamaha-nya itu. “Enak sekali hidup Fiki itu.” Ucap batinku lagi. Kucium aroma iri mulai menjalar di tubuhku.

Setelah mendengar sekelumit cerita Mbah Uti mengenai anak-anak Desa disini yang telah mempunyai dan bisa mengendarai motor dengan mahir. Kini aku seolah menjadi kayu bakar di dalam pembakaran tungku yang tersiram minyak tanah sekaligus tersulut batang korek api, hatiku terbakar, hatiku sungguh iri, dan rasanya panas sekali. Jujur, harus kuakui hal demikian itu. Aku sungguh iri. Karena selama SMA sampai dengan sekarang ini melanjutkan kuliah S1 di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, jalan kaki dan keluar masuk angkutan umum adalah alat transportasi sehari-hariku. Sementara dari dulu sejak SMA, beberapa teman-temanku mempunyai motor pribadi. Begitu pun juga dengan teman-teman kuliahku saat ini.

Meskipun begitu, aku tidak menyesal selama ini berpergian dengan berjalan kaki dan naik angkutan umum, dan sekaligus sampai sekarang tak mempunyai motor. Jujur, tak kusesali hal itu. Karena setidaknya, aku termasuk bagian dari salah satu pemuda yang secara tidak langsung mengurangi beban orang tua yang tak ingin meminta terlalu banyak kepada mereka. Aku juga bagian dari salah satu pemuda yang secara tidak langsung mengurangi kemacetan di Ibukota dengan membiasakan diri berpergian dengan naik angkutan umum. Namun aku tak menutup mata, bahwasanya seperti pemuda-pemudi lainnya, aku juga ingin memiliki sebuah sepeda motor. Hasrat untuk keinginan itu rasanya begitu besar. Dan kurasa umurku sudah lebih dari cukup mempunyai tanggung jawab untuk merawat benda mati yang harganya hingga 10 jutaan lebih itu. Kurasa pula, umurku juga sudah lebih dari cukup untuk secara tidak langsung mengurangi kerugian atau korban di jalan raya, akibat pengemudi motor yang berstatuskan pelajar masih sering tak mentaati peraturan di jalan raya.

Maka itu, untuk memenuhi keinginanku itu. Mulai saat ini akhir bulan 2010, aku ingin menabung sedikit demi sedikit untuk membeli motor. Kebetulan saat ini, aku pun juga telah bekerja sehingga mampu menghasilkan uang sendiri. Jadi rencananya, akan kusisihkan gaji per bulan-ku itu untuk ditabung dan akan digunakan untuk membeli motor. Entah sampai kapan hal itu terealisasi. Namun aku telah bertekad bulat untuk itu.

Tahun 2012

Waktu pun terus berputar, dan kini menginjak awal tahun. Sementara keinginanku yang lalu itu masih terngiang jelas di kepala. Namun aku bisa merasa gembira saat ini, itu karena baru seminggu yang lalu aku pergi ke sebuah bank untuk menabung. Kulihat dengan jelas saldo di buku tabunganku sudah menunjukkan angka jutaan. Meskipun harus kuakui, sejumlah uang jutaan itu belum cukup untuk membeli sebuah motor. Namun biarpun begitu, hampir tak kupercaya aku bisa menabung sebanyak itu. Ternyata keinginan yang besar, akan bisa terealisasikan jika dilandasi oleh niat yang kuat.

Maka itu, di bulan selanjutnya aku mulai mencari-cari informasi mengenai sepeda motor yang termurah, karena sebabnya aku berpikir secara realistis bahwa cukuplah aku mempunyai sebuah motor dengan harga terjangkau. Terlebih, dengan umurku yang sekarang ini, aku juga tidak akan lagi meminta-minta kepada orang tua. Karena sejak aku bekerja, aku lebih berprinsip untuk gantian memberi kepada kedua orang tuaku.

Satu-persatu dealer motor pun kudatangi, dari mulai dealer motor yang berada di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, hingga Jakarta Timur. Bukan untuk niat membeli karena aku masih terkendala dana, tapi hanya berniat untuk mencari informasi mengenai penawaran dealer yang terbaik menurutku. Maka itu, sesampainya di salah satu dealer, aku sempat tertarik dengan penawaran yang mereka berikan. Aku tertarik membeli sebuah motor secara kredit.

Di rumah, aku mendiskusikan keinginanku itu dengan Bapak dan Ibuku secara panjang lebar. Namun pada akhirnya, keputusan Bapak sudah bulat untuk menolak membeli motor secara kredit. Bukan Bapak tak mengizinkanku memiliki sepeda motor pribadi seperti waktu-waktu sebelumnya. Bukan itu. Namun alangkah gembiranya aku, ketika Bapak mau menambahkan dana untukku membeli motor. Dalam kata lain, aku diminta beliau untuk membeli motor secara cash saja, didasari atas pertimbangan-pertimbangan yang sudah beliau pikirkan secara mendalam.

Dan sampai pada sebuah percakapan ketika aku ditanya Bapak ingin membeli motor merek dan jenis apa. Aku pun menjawab dengan lugas, bahwa aku hanya ingin membeli motor yang paling murah saja tapi dengan merek dagang yang telah mempunyai nama besar, sehingga secara kualitas dan kuantitas produksi motornya sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Apapun jenis motornya, motor yang mempunyai gigi atau automatic, asalkan harganya murah alias dapat kujangkau, maka aku berniat akan membelinya.

Namun lagi-lagi Bapak menolak jawabanku itu, dan malah menawarkanku untuk mengambil Yamaha Jupiter MX dengan stripping keluaran tahun terbaru—yang jelas-jelas harganya melebihi jauh batas tabunganku. Karena meskipun Bapak menambahkan dana untukku. Namun aku bertekad dan ingin agar dana yang Bapak keluarkan, akan kucicil secara perbulan hingga lunas. Itu karena aku telah bertekad untuk tak menyusahkan kedua orang tuaku. Dan Bapakku sambil tersenyum, menyetujui keinginanku itu. Meskipun begitu, beliau takkan memintaku harus menyicil secara perbulan. Beliau hanya mengatakan, kalau aku punya uang berlebih, aku boleh menyicilnya. Namun jika tidak, tidak usah pun tidak apa-apa. Tapi tetap, beliau pada pilihannya yaitu Yamaha Jupiter MX. Alasan yang beliau kemukakan kepadaku untuk mengambil merek Yamaha. Karena menurut beliau, Yamaha memiliki produk yang tak diragukan lagi kelasnya dan kehebatannya dalam memproduksi sepeda motor dengan teknologi canggih yang selalu mumpuni dan begitu handal. Menurut Bapakku lagi, desain body Yamaha Jupiter MX 135 cc, dirasanya selain keren namun juga cepat di kelasnya, sekaligus dibekali dengan teknologi mesin yang begitu canggih. Maka itu, Bapakku tak ragu dan tak berpikir lama untuk menawariku Yamaha Jupiter MX. Tentu saja, aku pun dilanda kegembiraan yang luar biasa.

Dan kemudian keesokkan harinya, aku dan Bapak ke dealer dan membeli secara cash  Yamaha Jupiter MX. Pada akhirnya, keinginanku sekitar dua tahun lalu itu bisa tercapai. Tentu saja, hari ini aku begitu gembira memiliki motor yang sebenarnya telah kuidam-idamkan sejak aku masih duduk di bangku Diploma.

Dan beberapa hari selanjutnya, baru kutahu dari Ibuku bahwa Bapak sebenarnya ingin membelikanku motor sekitar dua tahun yang lalu. Namun beliau mempertimbangkan hal yang menurutku begitu penting, bahwa beliau ingin agar aku berusaha terlebih dahulu dengan kerja keras untuk mencapai keinginanku itu. Kata Ibu “kerja keras adalah mutlak untuk mencapai keinginan.

DSC_1271Gambar 1. Yamaha Jupiter MX milikku

Tahun 2013

Beberapa bulan alias belum genap setahun setelah kumiliki sepeda motor Yamaha Jupiter MX itu. Aku merasa puas dengan performanya dan juga secara keseluruhannya. Pantas saja banyak orang yang mengidam-idamkan motor ini, dan juga jenis motor Yamaha lainnya. Karena memang beberapa alasannya yaitu selain banyaknya dealer resmi Yamaha yang tersebar di seluruh Indonesia, alias tak jauh dari rumah. Service motor Yamaha pun selalu memberikan kepuasan kepada konsumennya. Itulah sebabnya mengapa para konsumen  termasuk juga aku, begitu puas akan produk sepeda motor Yamaha serta segala fasilitas-fasilitas service yang diberikan oleh Yamaha kepada para konsumennya.

Maka tak heran jika produk sepeda motor Yamaha, meraih enam penghargaan sekaligus Otomotif Award yang digelar oleh Tabloid Otomotif. Karena memang produk sepeda motor Yamaha sangat amat pantas mendapatkan penghargaan itu. Penghargaan itu antara lain menobatkan New V-Ixion Lightning sebagai Bike Of The Year 2013. Dan kemudian, lima award lainnya diraih oleh Jupiter Z1 dengan kategori The Best of Manufacture in Motorsport, Kategori Best Bebek 110-115 cc. Lalu Yamaha Jupiter Z1 juga meraih penghargaan Kategori Best of The Best Bebek. Kemudian New V-Ixion Lightning meraih kategori Best Sport 150. Lalu New V-Ixion Lightning juga meraih kategori Best of The Best Sport. Penghargaan yang diraih oleh Yamaha ini menunjukkan bahwa Yamaha melalui dua produknya yaitu New V-Ixion dan Jupiter Z1 yang mengusung teknologi canggih terkini sepeda motor, sangat amat dikagumi oleh konsumen serta masyarakat pada umumnya.

Tak heran pula apabila Yamaha Vixion telah mencapai penjualan satu juta unit sejak dikeluarkan pertama kali pada tahun 2007 hingga September 2012. Dan sepanjang tahun lalu 2012, V-Ixion terjual 320.444 unit sebagai motor sport terlaris Indonesia. Pantas saja Bapakku amat mengagumi Yamaha Vixion ini. Beliau pun berencana untuk membelinya meski harus menabung terlebih dahulu. Keinginan Bapakku ini dikatakannya kepadaku saat setelah Ba’da Isya beberapa hari yang lalu.

Selain Yamaha New V-Ixion Lightning dan Jupiter Z1 yang mendobrak pasar dengan spesifikasi keren, cepat, serta teknologi canggih yang diusungnya. Yamaha juga mendobrak pasar automatic dengan hadirnya produk keluaran terbaru yang tak kalah canggih dengan nama New Xeon RC. Motor ini sangat amat layak direkomendasikan bagi kaum hawa dan juga masyarakat pada umumnya yang ingin menikmati perjalanan santai dan nyaman, tetapi juga dengan performa yang tak kalah hebat. Dengan performa yang stabil sekaligus manuver yang mengagumkan, ditambah pula mesin motor injeksi berteknologi balap yang semakin responsif serta cepat dan irit, lalu juga didukung dengan desain yang sporty, lalu kemudian mesin 125 cc FI Liquid Cooled. New Xeon RC diprediksi akan menjadi raja di pasar motor automatic Indonesia. Dengan hadirnya New Xeon RC, juga New V-Ixion Lightning dan Jupiter Z1, maka jelas Yamaha semakin tak tertandingi !.

Xeon RCGambar 2. New Xeon RC

Kupikir-pikir secara berulang kali. Yamaha ini sangat inovatif sekali dalam mengeluarkan produknya, dan sekaligus mengerti selera pasar seperti apa. Tak heran banyak orang pun menyukai sepeda motor Yamaha. Tak terkecuali aku dan Bapakku, yang sudah kepincut hati memilih Yamaha Jupiter MX sejak hampir setahun yang lalu. Seringkali aku berpikir, suatu saat nanti aku mempunyai impian untuk bekerja di PT. Yamaha Indonesia, untuk menjadi bagian pegawai Yamaha yang mampu menghadirkan kegembiraan bagi banyak orang yang memiliki sepeda motor Yamaha. Hati kami sama-sama memilih Yamaha sebagai motor idaman, kalau kamu ?.

Sumber foto : dok. pribadi & http://motorplus.otomotifnet.com

Sumber informasi tambahan : http://www.yamaha-motor.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s