Tak Harus Pakaian Baru, Beribadah Total lah yang Perlu

DSC_0969Tak terasa puasa di bulan Ramadhan di tahun 2013 ini sudah memasuki hari ke-17, atau tepatnya  hari ini adalah hari Jum’at tanggal 26 Juli 2013. Hal itu berarti puasa hanya tinggal menyisakan 12 hari saja, atau dalam kata lain akhir puasa bulan Ramadhan ditetapkan pada hari Rabu, tanggal 7 Agustus 2013.

Sungguh, bagiku rasanya bulan puasa Ramadhan tahun ini berlalu begitu cepat. Seolah-olah shalat tarawih pertama di bulan Ramadhan 2013 yang menandakan esok dinihari harus bangun dari tidur untuk melaksanakan sahur pertama masih begitu jelas terngiang di kepala. Ada sebuah perasaan tak rela, dan tak ingin bulan Ramadhan berlalu sedemikian cepat, jika mengingat berkah dan pahala tak terbatas yang diberikan oleh ALLAH swt kepada siapa saja yang mau melaksanakan segala sunah dan wajib-Nya, dan itu hanya diberikan-Nya di bulan Ramadhan saja.

Dan adapula sebuah perasaan lainnya, yaitu rasanya ingin balik lagi ke waktu sebelumnya, saat-saat awal pertama kali shalat tarawih dan saat-saat pertama kali melaksanakan sahur. Karena begitu inginnya menabung pahala untuk akhirat kelak.

Karena puasa hanya tinggal menyisakan 12 hari saja. Maka hal itu berarti seluruh umat muslim semakin dekat dengan Hari Raya Idul Fitri. Di Hari kemenangan, atau Hari Raya Idul Fitri kelak nanti. Biasanya setiap umat muslim akan berkunjung dan bersilaturahmi ke semua kerabat dan sanak saudara mereka masing-masing, dengan tujuan selain untuk berkumpul dan bersilaturahmi setelah sekian lama tak berjumpa, dan juga bertujuan untuk saling meminta maaf dan memaafkan.

Seperti sudah menjadi kebiasaan atau tradisi, dan seringkali menjadi hal yang utama bagi sebagian orang, meskipun hal itu tak masuk dalam tata cara atau urutan upacara keagamaan yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad di zamannya. Terlebih lagi, masuknya era kapitalis yang jeli dalam memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri untuk menanamkan mindset paham konsumerisme. Maka tak heran apabila biasanya puasa yang hanya menyisakan beberapa hari, akan dimanfaatkan oleh sebagian besar orang untuk membeli pakaian baru guna menyambut datangnya Hari Lebaran, Hari Raya Idul Fitri. Memang, tak ada yang salah dari hal itu, karena membeli pakaian baru pada waktu kapan pun adalah hak semua orang.  Namun rasanya akan keliru apabila puasa yang hanya menyisakan beberapa hari ini saja dikesampingkan. Dalam artian, orang-orang lebih tertarik memadati mall dan pusat perbelanjaan dibandingkan dengan memakmurkan masjid. Maka tak heran apabila saf-saf di dalam masjid akan semakin maju dan akan semakin menipis pada shalat tarawih. Banyak masjid-masjid seolah kehilangan gegap-gempitanya jika dibandingkan awal-awal Ramadhan, yang mana jamaahnya membludak saat awal-awal shalat tarawih. Konsentrasi pikiran seolah-olah telah bergeser dari semangat beribadah, akibatnya kebanyakan kita melupakan bahwa seharusnya kita bersedih hati karena akan berpisah dengan bulan Ramadhan.

Terlebih, banyak yang melupakan satu hal, bahwa 10 malam terakhir merupakan hari-hari penting yang menentukan nilai akhir ibadah puasa kita di mata ALLAH swt. Akankah menurut pertimbangan-Nya, kita akan menjadi the real winner (pemenang sejati) dan berhak merayakan hari kemenangan yang dalam artian sebenarnya. Ataukah kita hanya akan jadi the looser (pecundang sejati), yang merayakan kemenangan tanpa didahului dengan sebuah perjuangan, misalnya saja berpuasa sebulan penuh tanpa gugur puasanya, terkecuali kaum perempuan yang disunahkan tidak berpuasa saat ‘dapat hari datangnya’. Atau menjalankan shalat tarawih selama satu bulan penuh tanpa sekalipun terlewatkan, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, sah-sah saja membeli pakaian baru untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Karena pakaian baru ibarat sebagai sebuah simbol dari bersihnya hati yang kembali ke fitri, dan juga berupa hadiah bagi seseorang yang telah menjalankan ibadah puasa dengan baik. Namun asalakan hal itu akan lebih baik apabila diimbangi dengan melaksanakan dan mengutamakan ibadah di bulan Ramadhan, dan bukan di nomor-duakan. men

Bila tak cukup dana untuk membeli pakaian baru untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri pun tak menjadi soal. Karena selain hari lebaran tak harus membeli pakaian baru. Merayakan hari kemenangan—Hari Raya Idul Fitri sejatinya merayakan apa-apa saja yang telah kita perbuat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Hari Raya Idul Fitri sejatinya adalah hari yg suci. Hari dimana orang-orang yang bertaqwa dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah dibulan Ramadhan yang pantas meraih kemenangan. Dan semoga kita termasuk di dalamnya.

Berlebaran memang tak harus mengenakan pakaian baru. Karena akan lebih baik disesuaikan dengan pendapatan kita masing-masing. Jika cukup dana untuk membeli pakaian baru, dan memberikannya untuk orang-orang tercinta, maka silahkan. Tak cukup dana untuk membeli pakaian baru pun tak masalah. Karena pakaian lama pun apabila kondisinya masih bagus, sangatlah layak untuk digunakan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Baju baru alhamdulilah…
Tuk di pakai di hari raya …
Tak ada pun tak apa-apa…
Masih ada baju yang lama….

sumber gambar : dokumen pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s